Berbeda dengan petinggi BGN yang sudah lebih dulu dicokok aparat Kejaksaan Agung, jenderal ini pilih berbisnis ompreng.
Ompreng merupakan barang yang nilainya tak seberapa. Harganya hanya beberapa ribu rupiah per unitnya.Tapi jangan salah. Kalau volumenya jutaan unit, hasil korupsinya ratusan miliar juga!
Temuan kasus ini seperti menjawab pertanyaan publik pada saat program MBG dimulai:
- Mengapa spesifikasi bahan dan model omprengnya tidak ada di pasaran?
- Mengapa BGN mewajibkan penggunaan ompreng dengan spesifikasi bahan dan model yang seragam?
- Mengapa pabrik ompreng dalam negeri tidak ada yang dilibatkan?
Lolos dari penolakan publik karena isu minyak babi, pengadaan ompreng itu terbelit tuduhan korupsi. Sang jenderal pun jadi tersangka ketujuh yang terancam bui.
Oh Jenderal Ompreng, nasibmu kini!